Stasiun televisi CNN melaporkan, Jumat (27/5), kepastian tewasnya Mansur muncul setelah Taliban mengumumkan mereka telah memilih pemimpin baru karena pemimpin lama tewas.
Taliban mengumumkan Maulawi Haibatullah Akhundzada sebagai pemimpin kelompok militan itu.
"Dewan Syura memutuskan menujuk Maulawi Haibatullah Akhundzada sebagai pemimpin baru dan Maulawi Sirajuddin Haqqani serta Maulawi Muhammad Yakub sebagai wakil," demikian bunyi pernyataan Taliban.
Pria dipercaya berusia 50-an tahun itu dikenal sebagai sosok terpelajar dan dihormati oleh anggota Taliban. Menurut salah seorang pendiri Taliban, Muhammad Akbar Agha, kepada CNN, Akhundzada berasal dari Panjwai, distrik sebelah selatan Porvinsi Kandahar.
Di masa perang antara mujahidin dengan Uni Sovyet pada 1980-an, kata Agha, pemimpin baru Taliban itu bukanlah orang yang ikut maju di medan perang. Dia lebih dikenal sebagai guru agama di Taliban.
Di masa Taliban berkuasa di Afganistan (1996-2001) dia bekerja di bidang hukum. Di akhir masa kejayaan Taliban, dia menjabat sebagai Hakim Agung. Pengamat menilai, karena kedalaman ilmu agamanya dia terpilih sebagai pemimpin Taliban yang baru.
Dia menjadi wakil dari Mansur ketika menggantikan pemimpin lama, Mullah Umar.
Dia aktif dalam operasi Taliban dari hari ke hari dan memegang peranan penting dalam negosiasi gencatan senjata antara Taliban dengan faksi lain pada awal tahun ini.
Wakil Akhundzada, Haqqani adalah pemimpin jaringan teror sekutu Al Qaidah. Sedangkan wakil satu lagi, Yakub, adalah putra dari Mullah Umar.
Amerika Serkat menghargai kepala Haqqani sebesar USD 10 juta. Dia memimpin jaringannya di Waziristan Utaram Pakistan.
Ahmad Rashid, penulis lima buku tentang Taliban, mengatakan sosok pemimpin baru ini dikenal sebagai ulama, ketimbang prajurit atau politikus. Dia diharapkan menjadi sosok pemimpin yang lebih bisa berkompromi dalam menangani berbagai masalah di dalam Taliban.
Sign up here with your email

ConversionConversion EmoticonEmoticon