Penggunaan soundtrack dalam ajang besar sepak bola seperti Liga Champions, Piala Dunia, atau Piala Eropa sudah menjadi lazim digunakan. Hal itu dilakukan semata untuk menambah meriah pesta olahraga tersebut.
Hal lain dari adanya soundtrack adalah digunakan sebagai identitas dari ajang itu sendiri. Kelak, setelah usai ajang tersebut, maka para penikmat sepak bola masih akan terus mengingatnya.
Mungkin ini yang diinginkan oleh seorang menteri di Prancis, Andre Vallini, yang menilai bahwa soundtrack Euro 2016 kali ini tidak mencerminkan Prancis sebagai tuan rumah. Vallini mengkritik soundtrack berjudul "I Was Made for Loving You" karena terlalu banyak menggunakan bahasa Inggris.
"Euro 2016 akan menjadi sebuah festival sepak bola terbesar yang akan diselenggarakan di Prancis dan akan memproyeksikan citra negara kita di luar negeri juga bahasa kita (bahasa Prancis)," ujarnya seperti dikutip dari The Guardian.
Pada saat kita memperjuangkan bahas Prancis di mata dunia, terutama di Eropa, saya tak habis pikir kenapa FFF (federasi sepak bola Prancis) justru menggunakan bahasa lain. Ini telah menurunkan kekuatan dari bahasa Prancis," imbuhnya.
"I Was Made for Loving You" sendiri merupakan lagu yang dipopulerkan oleh grup band ternama asal Amerika, Kiss. Namun untuk kali ini lagu tersebut sedikit diubah menjadi "I Was Made for Loving You (My Team)" dan dibawakan oleh band asal Prancis, Skip the Use.
Sign up here with your email

ConversionConversion EmoticonEmoticon